KAUR – Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Bidang Statistik dan Persandian mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satu Data Indonesia, Metadata Statistik, dan Rekomendasi Statistik selama dua hari di Aula Bapperida Kabupaten Kaur, Selasa (25/03/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah dalam mengelola data agar lebih berkualitas, mutakhir, terpadu, dan akuntabel sesuai kebijakan Satu Data Indonesia.
Lebih dari 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kaur berpartisipasi dalam bimtek ini. Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PMD, Dinas PMPTSP, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta instansi lainnya. Peserta terdiri dari operator E-Walidata dan Satu Data Indonesia (SDI) dari masing-masing OPD.
Sebagai narasumber utama, Wahidya Nur Karim menjelaskan pentingnya proses bisnis statistik dan metadata dalam menghasilkan data berkualitas. Ia menyoroti empat prinsip utama dalam pembinaan statistik sektoral, yaitu:
1. Standar Data – Penyesuaian data dengan regulasi nasional.
2. Metadata – Pendokumentasian informasi data secara sistematis.
3. Interoperabilitas Data – Integrasi data antarinstansi.
4. Kode Referensi/Data Induk – Keseragaman kode data untuk kemudahan analisis.
Wahidya juga menegaskan bahwa data sektoral dapat diperoleh melalui berbagai metode, seperti survei, kompilasi produk administrasi, dan sumber lainnya.
Selain itu, Alicia Steffanni Br Nadeak turut memberikan pemaparan terkait Website Romantik, sebuah platform online yang berfungsi sebagai wadah pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran data statistik sektoral di Kabupaten Kaur. Ia menekankan bahwa Website Romantik akan membantu OPD mengelola data lebih efisien, terstruktur, serta mempermudah akses informasi statistik bagi publik.
Kepala BPS Kabupaten Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, M.Si, menegaskan bahwa BPS siap mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Kaur, Gusril Hamid, dalam mewujudkan tata kelola data yang lebih baik.
Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Kaur, Mr. Jarnawi, M.Pd, menyatakan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data di Kabupaten Kaur. Ia menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Sosial (IPS) Kabupaten Kaur menjadi 2,6 melalui optimalisasi Satu Data Indonesia.
“Kunci pencapaian target IPS 2,6 adalah partisipasi aktif seluruh OPD dalam mengisi dan memperbarui data Satu Data Indonesia,” ujar Jarnawi.
Sebagai bagian dari bimtek, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis pengoperasian Website Romantik. Pelatihan ini diinisiasi oleh Dinas Kominfo dan BPS Kabupaten Kaur untuk meningkatkan keterampilan operator dalam mengelola data statistik sektoral.
Dengan terselenggaranya bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Kaur semakin optimis dalam mewujudkan Satu Data Indonesia yang akurat dan terpercaya guna mendukung pembangunan daerah berbasis data yang kuat.
(Ilpitar)