Laura Irawati, Direktur Piwku Inkubator Bisnis, sebagai pengelola CCS, menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan tahap kedua dari strategi pemasaran mereka.
“Setelah sebelumnya kami fokus pada gerai offline dan promosi melalui media massa, kini kami memperluas jangkauan dengan marketplace digital yang terhubung dengan Google Merchant Center untuk meningkatkan visibilitas produk,” ujar Laura saat ditemui di gerai CCS.
Berdasarkan laporan transaksi selama satu bulan pertama, CCS telah berhasil menjual 455 produk yang terdiri dari kuliner dan kerajinan lokal. Laura menilai keberhasilan ini tak lepas dari dukungan media serta promosi digital di platform seperti Facebook, TikTok, dan Instagram.
“Video promosi oleh Walikota Cilegon Robinsar dan Ketua Dekranasda Cilegon Alfi Rizki Aghnia Robinsar juga berkontribusi besar dalam menarik perhatian masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari kampanye Ramadhan, CCS kini menawarkan paket hampers Lebaran yang dapat dipesan langsung melalui marketplace. Laura optimistis bahwa kehadiran platform digital ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam berbelanja.“Cukup klik, bayar, dan produk akan langsung dikirim,” katanya.
Saat ini Tim IT Piwku inkubator bisnis sebagai pengelola CCS bersama Disperindag. CCS bersama Disperindag Kota Cilegon dan LPSE Provinsi Banten tengah mempersiapkan integrasi dengan E-Catalog LKPP dan padiUMKM untuk memperluas pasar ke sektor B2B (business-to-business)."Kami berharap bisa masuk dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah serta BUMN. Doakan agar semuanya berjalan lancar,” tutup Laura.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan CCS dapat menjadi motor penggerak ekonomi digital di Cilegon, mendukung UMKM lokal agar semakin berkembang dalam era digitalisasi.
(Vie)