Pelantikan ini menandai komitmen HIPPI untuk terus berperan aktif dalam penguatan ekosistem bisnis lokal dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, Ketua Kadin Kota Cilegon, H. Muhammad Salim atau yang akrab disapa Abah Salim, Ketua DPD HIPPI Provinsi Banten, Kapolres Cilegon, Dandim 0623/Cilegon, Danlanal Banten, serta perwakilan industri. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap peran strategis HIPPI dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha di Kota Cilegon.
Ketua HIPPI Kota Cilegon, Zia Ulhaq, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan HIPPI saat ini berjumlah 90 orang, yang semuanya merupakan pemilik usaha di berbagai sektor industri.
“Kami ingin memastikan bahwa keputusan dalam organisasi ini bisa diambil dengan cepat dan tepat karena seluruh anggota kepengurusan adalah pemilik usaha langsung. Tidak hanya dari sektor konstruksi, tetapi juga dari berbagai sektor lainnya, termasuk UMKM dan industri kreatif. Kami berkomitmen membangun sinergi erat antar pelaku usaha, termasuk dengan media, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Zia Ulhaq.
Ia juga menyoroti bahwa perkembangan HIPPI saat ini tidak lepas dari kontribusi kepengurusan sebelumnya, khususnya peran Ketua HIPPI sebelumnya, H. Abdul Mutalib, yang telah mendorong transformasi organisasi dari skala kecil menjadi lebih besar dengan cakupan sektor usaha yang lebih luas.
“Kami memiliki anggota dari berbagai bidang, mulai dari kontraktor, pemasok industri, mekanikal elektrik, hingga peternak. Ini membuktikan bahwa HIPPI adalah wadah bagi semua pengusaha, tanpa terkecuali,” tambahnya.
Zia berharap HIPPI dapat terus berkolaborasi dengan Kadin, pemerintah daerah, kepolisian, serta organisasi pengusaha lainnya seperti HIPMI dalam membangun Cilegon yang lebih maju dan berdaya saing.
“Kami ingin HIPPI menjadi mitra strategis dalam pendampingan, pengawasan, serta pengembangan pembangunan Kota Cilegon. Kami juga mengharapkan pihak industri dan dinas terkait untuk membuka kesempatan lebih luas dalam kerja sama dan investasi di daerah ini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Cilegon, H. Muhammad Salim atau Abah Salim, menegaskan bahwa HIPPI merupakan bagian dari ekosistem usaha yang sama dengan Kadin. Oleh karena itu, kolaborasi antara kedua organisasi sangatlah penting untuk membangun dunia usaha yang lebih solid dan berdaya saing.
“Kadin dan HIPPI adalah bagian dari satu rumah besar. Kami berharap HIPPI terus menjalin komunikasi dengan industri di Cilegon, karena peluang bisnis di kota ini sangat luas, namun belum semuanya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha lokal. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa membuka lebih banyak kesempatan bagi pengusaha di Kota Cilegon,” ungkap Abah Salim.
Ia juga menekankan bahwa tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk mengurangi angka pengangguran dan membantu pengentasan kemiskinan di Kota Cilegon.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari para pengusaha sangat dibutuhkan. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum HIPPI Provinsi Banten, Syaiful Basri, memberikan pesan penting kepada para pengusaha lokal agar lebih proaktif dalam memanfaatkan peluang bisnis di Cilegon. Ia mengingatkan agar pengusaha pribumi tidak menjadi ‘tamu di rumah sendiri’.
“Jika kita tidak memperjuangkan hak kita, maka peluang bisnis di industri akan lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak luar. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kota sendiri. Oleh karena itu, HIPPI harus lebih sering melakukan audiensi dan menjalin komunikasi dengan industri agar keberadaan kita lebih diperhitungkan,” ujar Syaiful Basri.
Ia juga menegaskan bahwa pengusaha lokal harus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar bisa bersaing dan mendapatkan kepercayaan dari industri.
“Jangan hanya menjadi perantara atau subkontraktor, tapi kita harus mampu mengerjakan proyek secara mandiri. Kepercayaan dari industri dan pemerintah hanya bisa didapatkan jika kita benar-benar menunjukkan kemampuan, bukan sekadar merasa mampu,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh anggota HIPPI Kota Cilegon untuk terus menjaga kekompakan dan konsistensi dalam menjalankan organisasi.
“HIPPI harus membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, industri, dan organisasi pengusaha lainnya. Dengan konsistensi dan komitmen yang kuat, saya yakin HIPPI Cilegon akan menjadi organisasi yang berdaya saing tinggi dan memberikan manfaat besar bagi anggotanya serta masyarakat luas,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan HIPPI Kota Cilegon semakin maju, berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi pengusaha pribumi di industri Kota Cilegon.
(Vie)